"...segalanya berubah, semenjak negara api menyerang..."
iya, kalimat itu, kalimat favorit ku di Film The Legend of Avatar. Entah, setiap aku ucap kalimat itu, badan ini rasanya... tambah kuat, setiap aku ucap kalimat itu, otakku sedikit memaksa untuk merasa bahagia. iya memaksa. kenapa memaksa? aneh ya? karena yang memaksa bahagia itu otakku. Tidak dengan hatiku.
Seandainya, aku bisa mengendalikan elemen. Kayak Avatar! kalau aku lagi sedih, pasti aku bisa mainan dengan angin, aku bisa bakar-bakar dengan api.. dan memadamkan nya dengan air. Aku juga bisa bikin tanah subur dengan kekuatan pengendaian energi bumi buat nanam pohon mungkin. Atau lebih bagus lagi aku bisa ngebantu Palestina buat perang ngelawan Israel! hahaha... baka.
Selalu saja hidup di dunia khayalan. kapan aku bisa bangun? kapan aku bisa terima kenyataan pahit? kapan aku bisa sanggup mendengar kata tidak? kapan....... aku bisa melupakan dia. kapan?
"Apa pun yang kau lakukan harusnya kau pikir berkali-kali. Juga begitu perihal hati. Saat memutuskan pergi, kau pikir dua-sepuluh-kali; ada hati yang kau sakiti. Jangan mudah berlari jika saja ada niat kembali, jangan mudah meninggalkan jika kau tahu sakitnya ditinggalkan. Mungkin kau lupa, yang kau tinggalkan ini bukan benda mati. Tapi hati manusia yang setiap detiknya bisa saja semakin terluka, juga bisa dicuri oleh manusia lainnya. "
harus kah aku begini? itu sudah lama, dan aku masih terpuruk sendiri? menyedihkan bukan? bahkan hal ini menyebabkan insomnia ku makin parah. terkadang, stress membuat maag ku kambuh. Menggila. puasa ku bahkan harus bolong karena aku harus meredamkan api yang ada dilambug. Awfull. Right?
Jatuh sakit karena Jatuh Cinta, adalah hal TERBODOH yang pernah kualami. bodoh. bodoh. bodoh. Bahkan dia yang sudah membuat sakit seperti ini seakan tidak perduli. Oh, ayolah.. aku tidak akan mengutuknya dengan kata-kata kasar. aku bukan orang yang seperti itu, aku hanya ingin sebuah kata dan mimik penyelasan keluar dari mulut dan wajah nya. Bukan, bukan karena dia harus menyesal meinggalkanku. Melainkan hanya untuk menyesali rasa sakit yang dia berikan. Aku hanya butuh kata "Maaf" yang keluar dari mulutnya karena hati yang memerintah, bukan otak. Dan janji, aku adalah pengingat janji yang baik. Aku hafal semua janji - janji yang diberikan. Janji - janji yang pernah menyelamatkan aku. Janji yang..... mungkin sengaja dia lupakan.
Percaya lah, aku tidak akan lupa semua kenangan dan janji yang kamu berikan. Aku tidak menyangkal perkataanmu meskipun aku tahu, kamu bohong. Aku tidak akan megumpatmu, meskpun aku ingin. Aku hanya akan berdoa untuk masa depan dan kedewasaan mu dan kita. Semoga kita bisa cepat mendewasakan diri dengan kehidupan masing-masing. Kamu sendiri tahu, aku umat Allah yang paling tidak bisa marah. Segala yang kamu lakukan, manis, pahit, selalu akan ada kata maaf untuk itu. Selamat menempuh masa depan. Hidup dengan baik. Buktikan kepada mereka yang meremehkan, bahwa kamu bisa membuat tawa menghina mereka mejadi terkatup dan membisu melihat kesuksesanmu.
Kamu terima atau tidak. Aku akan selalu memiliki doa untukmu. Semoga setelah kamu sukses menata masa depan, kamu bisa mengingat semua janji yang mungkin sengaja kamu lupakan. So.. ini akhirnya.
Sampai jumpa lagi... :')